24
Mar
11

Lampu Taman

Akhir-akhir ini, untuk cari kebutuhan di rumah jadi suka browsing barang macem-macem. Dari yang kompor listrik (*kemakan berita seringnya gas elpiji melon meledug), taneman, kitchen set, dan sekarang ane sedang iseng cari-cari lampu taman buat halaman belakang. Soalnya yang sekarang ini ane rasa terlalu peteng (gelap). Biar tetangga sekitar situ tahu kalau itu rumah sudah ditinggali, jadi ngga pada suka sembarangan buang sampah. Udah pada punya tong sampah sendiri-sendiri, tetep aja pada ngga bisa lihat kebon kosong, heran deh ane. Awal-awal ane disitu, sekitar 2 minggu, masiiihh aja pada buang sampah di pekarangan rumah, ada plastik lah, bekas makanan apa sembarang macem ada, lha mbok jangan bungkusnya tok, makanannya juga sekalian to yoo.

Eniwei, balik ke lampu taman, tadinya ane ngga kepikiran sama sekali untuk cari yang model solar system. Ane tahu juga dari hasil browsing, beginilah orang jadi tahu dan perhatian karena butuh. Jadi sistemnya, lampu ini pada siang hari menyerap energi matahari melalui solar panel diatasnya untuk menangkap cahaya atau sinar, walaupun mendung, berawan dan hujan sekalipun bisa ditangkap sinarnya, cuma nanti pengaruh di lamanya lampu menyala pada malam harinya. Sinar atau energi matahari tadi kemudian diubah menjadi energi listrik. Listrik yang dihasilkan oleh solar panel langsung disimpan dalam baterai. Ada indikatornya juga. Nantinya dia akan menyala sendiri kalau sinar UV ataupun energi matahari sudah ngga ada. Persis kaya cara kerja lampu penerangan di jalan raya kan bisa nyala sendiri. Ngga perlu keron (kepikiran) lampu taman belum dinyalain. Ini informasi yang saya terima dari hasil browsing. Katanya soh, kalau dalam satu hari itu hujan terus menerus ngga berhenti dan ngga ada sinar matahari yang panas banget, lampu taman solar system ini hanya akan menyala sekitar 2-3 jam, tapi dia akan berfungsi normal kembali, nyala kurang lebih 6-8 jam keesokan harinya kalau dia kembali mendapatkan sinar matahari. Memang ada yang durasi nyalanya lebih lama, tapi lebih mahal. Kalau hasil searching sih, kisaran harga satuannya 99 ribu sampai 200 ribuan. Nanti butuh batu baterai aja yang rechargable. Dia saranin sih menggunakan merk yang sama, biar hasilnya lebih maksimal, tapi kalaupun mau menggunakan merk lain untuk batrenya juga no problemo.

Kalau ane sih jelas tertarik, daripada puyeng nanti kalau mau masang lampu taman yang pakai listrik, ribet pemasangan juga, kalau yang lampu taman tenaga matahari ini, cuma ditancepin langsung aja ke tanah, ngga ada perangkat lain. Mudah, hemat tenaga, hemat listrik. Rencana ane mau beli 2 dulu. Dari hasil baca sih di Giant juga jual, tapi giant yang gede ya, kemarin nyali di giant yang tokonya ngga terlalu gede, ngga ada. Ane lihat sih dealernya ada juga di Glodok, tapi kejauhan. Coba cari yang gampang aja, atau kalau males pergi-pergi ya online shop aja ^^.



2 Responses to “Lampu Taman”


  1. 1 saytriyo
    June 14, 2011 at 2:44 am

    di coba dulu ya, pengalaman saya beli tiga, nyalanya hampir sama kayak kunang-kunang dikebon, juga ngga lama walaupun seharian terik buanget…. ( sekedar saran aja ya, karena saya rada kuciwa )

    • June 17, 2011 at 5:55 am

      Alhamdulillah uda jadi beli cuma belum sempat foto hasilnya. Bagus juga, bisa pesen online..Kalau untuk jangka waktu bisa lumayan lama, walau kalau nyala kurang terang,karena kayanya fungsinya buat hiasan bukan terlalu buat penerangan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: