22
Mar
11

Leaving My Comfort Zone

leaving comfort zoneAlhamdulillah hari Sabtu tanggal 5 Maret 2011 ane pindahan dari kos ke rumah mertua yang di Ciganjur. Rumah Sabtu Minggu, yang biasa ane dan suami datangi. Disana kosong, cuma di rumah sebelah ada Om dan keluarganya. Ada pintu tembusan ke rumah mereka. Rumah kecil tapi halaman belakangnya guedhee poolll.. Ane bingung banget waktu disuruh pindah. Memang leaving comfort zone is very hard. Semua hal yang sudah settle, jadi harus ada perubahan dan menyesuaikan diri lagi.  Acara pindah ini memang sudah lama jadi pembicaraan ane dan zauji. Zauji dari awal inginnya ane di Ciganjur aja, disana ada Saudara, jadi dia juga lebih tenang. Kebetulan banget, dua hari lalu, ibu kos ujug-ujug datang ke kos, kirain mau nagih, hehe, ternyata mau kasih tahu kalau dia dan keluarganya mau menempati rumah yang saat ini untuk kos-kos an. Dan ane ditawarin pindah ke rumah yang dia tempatin sekarang. Jadi tukeran.

Ane langsung konsultasi ke zauji dan mom, ternyata keduanya memberikan respon untuk sekalian pindah ke Ciganjur, ane juga sudah kepikiran seperti itu. Daripada sekarang pindah ke kos depan, terus ntar pada akhirnya pindah lagi ke Ciganjur kalau zauji disini (*ngarepp) , yawes sekalian saja. Memang pasti akan ada perubahan-perubahan. Yang biasanya ane jam 6 baru siap-siap, bisa nyantai dulu sambil nonton tipi, sekarang harus mulai siap-siap dari jam 5. Jam 6 sudah harus berangkat. Yang tadinya berangkat kantor cuma jalan kaki, sekarang harus naik angkot dan jalan kaki yang cukup lumayan, tapi bagus juga sekalian buat olahraga.

Jadilah I’m moving. Packingnya ngga niat banget, ada keraguan juga, karena pasti butuh penyesuaian-penyesuaian lagi. Seharian packing, dan butuh seminggu buat ngerapiin barang di rumah. Ane niatkan pindahan ini untuk berbakti pada zauji, dan mengharapkan keridhoan Allah atas apa yang ane lakukan.

Trial hari Senin berangkat dari rumah jam 6, sebelumnya ngga tau medan area perjalanan Ciganjur-Pondok Indah pagi hari jam kerja pula. Biasanya ke Ciganjur cuma Sabtu Minggu dan kalau jalan sama zauji biasa naik motor dengan perjalanan 15 menit dari rumah ke Trakindo. Ternyata perkiraan meleset, kalau hari kerja, apalagi trial pertama hari Senin, perjalanan yang biasanya 15-30 menit, ini sampai 1 jam 15 menit. Rekooorr. Jam 7.15 baru sampai trakindo naik M20. Setelah itu naik lagi P20, kalo ini cuma 10-15 menit aja nyampe point square. Nyambuung lagi naik 86, 85, 16, ato 512, apa aja yang lewat ke arah pondok indah lah.

Ane sudah membuat pilihan, dan semoga ini memang yang terbaik buat ane, agama dan keluarga kecil ane. Sambil latihan punya rumah, ngurus kebon, belajar manage waktu, dan lain-lain lah. InsyaAllah ini yang terbaik, wong sampek istikharoh segala. Belajar membuat keputusan-keputusan. Sedikit demi sedikit belajar hidup berumah tangga sesuai dengan perintah Allah dan sunah Rasul. Leaving my comfort zone is just the beginning (^_^)


2 Responses to “Leaving My Comfort Zone”


  1. March 24, 2011 at 12:04 pm

    I’m leaving my comfort zone either when i decided to move to KPH Mbogor whehe.. adaptasi mbe wong kantor anyar, atasan anyar, kerjaan anyar.. nek nang njakarta kan wis podo kenal n wis reti kerjaane..
    Life is all about change, dear.. mwaaahh.. Keep on Moving! (iki lagune sopo nyuk?hihi..dadi semboyane enong)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: