16
Feb
11

Lola.. Cute baby

Waktu nikahan saya pada bulan Desember 2010 lalu, saudara angkat saya dari Jerman datang. Dulu dia pernah homestay di rumah saya melalui program AFS tahun 1997 sampai 1998, kalau ngga salah ingat. Flitzi datang lagi ke Indonesia untuk yang ke 5 kalinya (kurang lebih) dengan anak dan pasangannya. Kita sudah seperti keluarga, dia pernah datang bersama teman-temannya, bersama ibunya juga pernah. Yang mau saya tulis disini sebenernya tentang cara dia mengasuh dan mendidik anaknya yang saya lihat agak berbeda dengan cara kebanyakan disini.

Tanggal 2 Desember 2010, saya menjemput mereka di bandara, and this is my first time ke bandara Soekarno Hatta setelah sekiiiiaaaaan lamaaaa, ndeso tenan :p Mereka ternyata sudah menunggu lama, yap, saya dan adek sepupu salah nunggu pintu keluar. Bagusnya Flitzi udah beli nomer seluler Indonesia dan langsung telpon saya. Di perjalanan dari bandara ke Cibubur, anaknya yang suuuperrrr lucu ngga mau tidur, ngoceh sendiri, mainan macem-macem. Lola baru berumur sekitar 1 tahun 3 bilan waktu ke Semarang. Rambutnya yang pirang ikal, kulit bule putihnya yang super bening dan matanya yang biru, jadi nambah cute ini anak ^^. Pas di jalan Lola tiba-tiba dia muntah, mungkin kalau bahasa kita dia masuk angin dan kecapaian, jetlag juga mungkin, secara anak kecil udah menempuh perjalanan ribuan kilometer. Tau dong, kalau anak sini mendadak muntah, pasti udah ribet sendiri orangtuanya. At least itu yang sering saya lihat. Biasanya akan langsung cari lap, minyak kayu putih, baju ganti, dengan kecepatan yang luar biasa dan rempong banget lah. Tapi yang saya lihat disini, Alex (nama pasangannya) dan Flitzi tenang aja ngeliat Lola muntah. Dia Cuma bilang “Ooo’oo..” selebihnya nunggu Lola menyudahi muntahnya, bagi-bagi tugas, ibunya cari lap, membersihkan bajunya, ayahnya menenangkan Lola, ngga ada teriak-teriakan, ngga ada yang terlihat panic , semua aman terkendali, itu hanya muntahan yang bisa dibersihkan. Ngga pake acara minyak-minyakan dan lain-lain. Saya yang tadinya udah mau ribet sendiri, jadi duduk tenang didepan. Mungkin memang lebih baik seperti itu ya, ngga panic, jadi anaknya juga ngga bingung dan merasa lebih rileks. Udah, abis itu juga Lola langsung tidur dipangkuan ayahnya. Kata Flitzi, sepertinya Lola lapar, dia Cuma nanya sampai rumah berapa lama lagi, karena waktu itu kita masuk tol terus, dan adek sepupu nyetirnya pake nyasar ambil yang arah Kelapa Gading.

Sampe dirumah, Lola sumringah banget. Dengan umur yang baru 1 tahun-an, jalannya masih ndut ndutan belum lancar banget. Kita yang ngeliat Lola kaya mau jatuh, lagi-lagi ribet sendiri, mau njagani (jagain dari belakang) biar dia ngga jatuh, kaget sendiri, padahal ternyata Lola ngga jatuh. Orangtuanya Cuma ngeliat dari jarak secukupnya, mantau anaknya aja, mengibaskan tangan ke saya, tanda udah biarin aja, it’s oke, dan katanya “sudah ngga papa, dia biasa jatuh sehari 8 kali, tapi ngga papa, namanya juga belajar”. Hemm…

Lola yang jalan kesana kemari tiba-tiba kejedot meja. Lumayan juga sebenernya, meja kayu, dia kejedot bawahnya. Tante langsung buru-buru mau nyamperin, dan nguyek-nguyek kepalanya, ngecek keadaannya. Saya juga mak tratap, takutnya dia nangis atau kesakitan. Tapi bapak ibunya lagi-lagi Cuma nyante kaya dipante, Lola juga ngga nangis. Flitzi bilang “ngga papa, biar nanti dia tahu bagaimana caranya jalan ngga terkena meja, dia akan lebih berhati-hati”. Kalau menurut kita mungkin pikirannya tega amat ni orangtua, anaknya kejedot diem aja. Ternyata mereka bisa memilah milah mana yang berbahaya, mana yang ngga, mana yang bisa dijadikan bahan pelajaran buat anaknya.

Saya akhirnya ngelihat cara mereka mengasuh Lola. Saya lihat perbedaannya dengan apa yang ada disini, at least apa yang saya lihat selama ini. Kata zauji, kok kayanya Lola lebih pintar daripada anak sebayanya ya. Dia bisa bermain sendiri, ngga rewel, orangtuanya juga ngga bawel. Kata Alex dan Flitzi, kalau di Jerman, mereka lebih membebaskan Lola bermain, kalau disini harus dijaga karena banyak hal yang tergeletak di bawah, yang bisa dijangkau Lola, seperti obat, barang pecah belah dan lain-lain. Kalau di Jerman, mereka meletakkan semuanya diatas, ditempat yang tidak terjangkau anak kecil. Tempat tidur juga sudah dipisahkan sedari dia bayi. Mereka tidur bersama hanya awalnya saja, tapi setelah itu Lola dibuatkan kamar sendiri. Tidurnyapun lampu dalam keadaan mati, suasana senyap dan tenang. Kalau ane, bheeww, boro-boro, sampe kuliah juga masih suka tidur bareng orangtua, lampu ngga bisa mati. Ane juga lihat di film Babies, pas anaknya yang bule tu, siapa namanya lupa, dia dikasih pisang sama orangtuanya yang belum dikupas, baru dibuka sedikit kayanya. Kalau anak sini, saya agak yakin itu pisang sudah dikupasin semua tinggal makan, dan kalau bisa malah disuapin. Tapi disitu, si baby buka sendiri pisangnya per helai, terus buah pisang kan biasanya ujungnya itu agak keras, jadi kadang kita yang dewasa aja dibuang. Orangtuanya (yang ngga keliatan di layar) cuma nungguin aja, baby itu menggigitdari ujungnya yang keras, dan dia mengunyahnya, dengan ekspresinya yang lucu, itu ujung pisang yang dimakan dikeluarin lagi, dia pengen lihat kenapa pisangnya. Tapi habis diliatin dimakan lagi, dikunyah lagi, dan dia merasa ngga enak terus dikeluarin lagi, dan si orangtua, hanya ngasihin tangannya, kalau dia mau buang ke tangan orangtuanya. Si baby dari kecil uda belajar learning by doing, dalam hal ini by eating.

Dari sini saya juga penasaran, bagaimana Nabi Muhammad mendidik anak-anak kecil ataupun anaknya sendiri ya?.. maka disini saya juga pengen nulis pengajaran Nabi shallallahu alaihi wasallam kepada anak kecil, yang juga terdiri dari perintah dan larangan yang telah diriwayatkan dalam As-Sunnah,  di antaranya:

a. Memerintahkan anak lelaki dan wanita untuk mengerjakan shalat, yang mana perintah ini dimulai dari mereka berusia 7 tahun. Jika mereka tidak menaatinya maka Islam belum mengizinkan untuk memukul mereka, akan tetapi cukup dengan teguran yang bersifat menekan tapi bukan ancaman.

b. Jika mereka menaatinya maka alhamdulillah. Akan tetapi jika sampai usia 10 tahun mereka belum juga mau mengerjakan shalat, maka Islam memerintahkan untuk memukul anak tersebut dengan pukulan yang mendidik dan bukan pukulan yang mencederai. Karenanya, sebelum pukulan tersebut dilakukan, harus didahului oleh peringatan atau ancaman atau janji yang tentunya akan dipenuhi. Yang jelas pukulan merupakan jalan terakhir.

Sebagai tambahan: Diperbolehkan orang tua memberikan hadiah atau apresiasi atas ibadah yang dikerjakan oleh sang anak, hanya saja tentunya jangan dijadikan kebiasaan, karena membiasakan pemberian hadiah akan menjadikan mereka terbiasa melakukan amalan karena ada imbalan alias tidak ikhlas.

c. Wajibnya memisahkan antara tempat tidur anak lelaki dengan anak wanita jika mereka sudah berumur 10 tahun. Hal ini dilakukan sebagai tindakan prefentif (pencegahan) terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan. Karenanya jika orang tua mampu maka hendaknya mereka menyediakan untuk setiap anaknya tempat tidur tersendiri, bahkan kalau bisa kamar tersendiri.

Jika orang tua tidak sanggup untuk memisahkan tempat tidur anak lelaki dengan anak perempuannya (karena factor ekonomi misalnya), maka harus meletakkan sesuatu (apakah bantal atau guling atau apa saja) yang menjadi pemisah di antara keduanya kalau memang mereka terpaksa tidur di atas satu tempat tidur.

Kalau ini sudah harus diberlakukan di antara anak-anak, maka tentunya lebih harus lagi diberlakukan pada orang-orang dewasa, walaupun mereka sama-sama lelaki atau sama-sama wanita. Karena kecendrungan kepada sesama jenis masih senantiasa terbuka lebar bagi siapa yang memberikan kesempatan kepada setan untuk menggodanya.

d. Di antara pengajaran Nabi shallallahu alaihi wasallam -dan ini termasuk yang terhebat- adalah melarang dan menjauhkan anak-anak dari memakan harta yang haram dia makan. Baik makanan itu diharamkan karena zatnya maupun makanan yang diharamkan karena sebabnya. Di antara factor terbesar keengganan anak untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya adalah karena hati mereka rusak sebagai akibat terbiasa mengonsumsi makanan yang haram.

e. Demikian halnya Nabi shallallahu alaihi wasallam menuntunkan tata cara makan yang benar kepada anak kecil yang tidak beradab dalam makan. Beliau menyuruh mereka untuk membaca basmalah, makan dengan menggunakan tangan kanan, dan memulai makan dengan makanan yang terdekat.

f. Juga pengajaran beliau shallallahu alaihi wasallam kepada Ibnu Abbas akan wajibnya menaati semua aturan Allah, wajibnya menyerahkan semua bentuk ibadah hanya kepada Allah, serta wajibnya beriman kepada semua takdir yang Allah telah tetapkan.

Ini saya baca dari salah satu web, cuman afwan lupa alamatnya.

 


0 Responses to “Lola.. Cute baby”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: