Hasil dari ngobrol dengan teman ane, dan sudah cukup luamaaaa cuma jadi draft, akhirnya published aja deh, daripada merasa bersalan karena ngga bantuin apa-apa.
Jadi, untuk bantu temen ane, namanya Akh Herry, dia ni temen kantor ane dulu (karena sekarang ane posisi uda resign) dan dia ex pesantren di Kuningan kalo ga salah. Nah, untuk memanfaatkan waktu luang, sekaligus nambah penghasilan dia, dan mengamalkan ilmu yg didapet temen ane ini. Ane cuma mau bantuin aja, kalau ada yang membutuhkan les privat atau grup untuk belajar mengaji/membaca qur’an, buat anak-anak atau dewasa, dia juga bisa bahasa arab kalo ga salah, tapi sepertinya agak lupa karena jarang praktek, hehe. InsyaAllah dia bisa untuk wilayah Jakarta Selatan sampe Pamulang. Tapi kalau ada wilayah lain yang mau coba contact gapapa, siapa tau dia mau. Waktunya kalo hari Senin sampe Jumat, sepertinya bisanya selepas jam kerja, jadi mungkin bada magrib, atau Sabtu Minggu. Jadwal mungkin disesuaikan aja, dan langsung komunikasi sama yang bersangkutan.
Yak, begini aja cukup sepertinya. Ane ga minta apa-apa lho ya, ntar dikira penyalur lagi. Bagi yang berminat untuk les belajar ngaji yang baik dan benar, bisa komen aja disini ya, nanti via japri ane kasi nomer telpon Kang Herry.
Alhamdulillah 2 minggu terakhir ane dapat penyakit yang menguji kesabaran which is chickenpox alias cacar air dan mumulen alias cantengan, bonus Cuma-Cuma batuk kering pula. Apapun penyakit itu harus diambil ibrohnya. Bisa jadi itu merupakan pengingat dari Allah akan nikmat sehat yuang seringkali saya lupakan, atau bisa jadi sebagai penghapus dosa “Tidaklah menimpa seorang muslim kelelahan, sakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan dan duka, sampai pun duri yang mengenai dirinya, kecuali Allah akan menghapus dengannya dosa-dosanya.” (Muttafaqun alaih), aamiin. Tapi bagaimanapun juga, cacar, cantengan dan batuk adalah salah tiga dari penyakit yang menguji kesabaran. Sekarang sudah hampir masuk minggu kedua, dan cacarnya masih belum sembuh, masih berbekas seperti luka koreng, hiks. Cantengan dan batuk Alhamdulillah sudah membaik. Paling tersiksa memang pas hari keempat cacar karena pas guatel-guatelnya, cantengannya pas nyut-nyutannya, batuknya pas agak keras juga. Ya Allah maaf kalau hamba sering lupa mensyukuri nikmat sehat.
Cacar air alias chickenpox.
Ini penyakit bisa menyerang dari bayi sampai dewasa. Biasanya hanya akan terkena satu kali. Dan saya memang dari bayek belum pernah kena cacar. Kaget juga awalnya dan ngga percaya kok bisaaaaaaaa yaaa. Mungkin memang penyakit selamat datang di rumah baru di Purwokerto. Hadeeh. Kalau dirunut, saya baru beberapa hari dirumah itu, dan saya Cuma ndekem aja dirumah, tapi memang hari Sabtu itu karena bosen dirumah dan mau olahraga, saya memutuskan berenang sama temen, pulang renang tu langsung tidur puleeess, nah sebelumnya, pas pindah rumah, begitu sampai rumah baru, itu ikan koi ada 5 yang mati, ternyata kena herpes ketularan dari ikan baru yang dibeli suami beberapa hari sebelumnya, soalnya dia yang pertama kali mati, dan hasil searching ternyata penyakitnya herpes karena sisiknya ada yang melepuh merah, trus ada yang mati ditempeli kaya parasit warna hijau gitu, saya pegang-pegang. Dan hari sesudahnya saya dan keluarga zauji pergi ke kebon duren. Sepertinya Cuma 3 hal itu yang saya inget sebelum kena cacar. Tapi kalau yang pergi ke kebon duren ngga ngefek deh. Tersangka penular cacar mungkin pas di kolam renang atau ketularan koi (*zauji ngga terima kalau ane nuduh koi nya yang nularin, hehe, tau deh mungkin ngga ya penyakit ikan nular ke kita, Wallahualam). Cacar ini karena virus varicella.
Ane dapat pertama kali hari Senin tgl 16 Januari 2012. Dan sampai sekarang masi berbekas, kaya luka kering, padahal sudah 2 minggu lebih. Senin itu uda ada cacar yang keluar, tapi masih belum tau kalau cacar, saya utak atik, dan pas dipegang malah pecah. Senin malemnya perjalanan ke Semarang, nemenin zauji dinas, sekalian ane pulang kampung. Sampe sana kok panas dan pusying, dan naik turun, malem panas, ntar pagi kaya uda sehat, tapi ntar jam 10an panas lagi. Akhirnya sore ane putuskan ke dokter dekat rumah, yang juga kakak kelas ane smp ternyataah. Katanya positip cacar, jadi ngga boleh hamil dulu, dan daya tahan tubuh diperkuat. Akhirnya dapet salep acyclovir, alleron dan parasetamol. Kok ngga dapet bedak yak, binun sayah, yawes manut ajalah. Akhirnya juga cari-cari info cacar air dan pengobatannya di mister gugel. Katanya biar ngga berbekas dan cepat kering pakai parutan jagung manis muda. Akhirnya ane pake cara itu juga, tapi hanya di apply ke muka, karena yang lain susah, pas kering jagungnya nempel banget, mana banyak banget keluarnya. Dan cacarnya keluar bertahap, pas senin Cuma 3 biji. Hari-hari berikutnya lansung slow but sure mbrontok dari kepala sampai terakhir di kaki. Memang yang di muka cepet kering, tapi ngga sengaja kekopek semua, karena ternyata lebih rawan pas uda kering, rentan banget lepas dan gatelnya minta ampun pas mau kering. Tapi gatel yang pas di kepala, campur pas nyut-nyutannya cantengan.
Cantengan alias Mumulen
Ini cantengan kok ya datengnya barengan pas kena cacar, hadeeeehh, mungkin ane pernah salah melangkah jadi dikasi penyakit ini. Sekilas kayanya biasa, cantengan ato mumulen, dan dulu-dulu ane pernah kena, tapi ngga separah ini , atau karena campur cacar ya. Nyut-nyutannya di jempol kaki sampai kepala, mana jempol kaki dua-duanya. Pas cacar lagi gatel-gatelnya si cantengan lagi nyut-nyutan bangeet, ane kompres minyak tawon tetep nyut-nyuuuuuttttt, udah ngga ketulungan. Akhirnya searching lagi tentang cantengan dan katanya bisa juga ditusuk jarum yang uda disteril alkohol dikeluarin nanahnya. Ane inget kayanya juga pernah melakukan tindakan itu pas cantengan. Akhirnya paginya ane lawan, ane coba operasi kecil sendiri, karena mama ngga tega dan ngga mau bener. Tapi uda dikuprek-kuprek kok ngga keluar-keluar nanahnya, dulu seinget ane abis nanah keluar semua, trus darah juga keluar. Lha ini kok kering-kering aja. Awalnya agak berhasil menurunkan rasa sakit. Tapi habis itu nyuuuuuuuuuuuuuuuuuutttttttt.. balik lagi. Pas kompres pake minyak tawon ane iket kenceng kirain bisa nurunin rasa sakit eeeh malah ngerasain gimana itu darah mengalir trus ane itung detik ke 16 snuuuuttt, ntar baek lagi, bentaran snuuuuttt lagi. Akhirnya ane inget dikompres pake revanol terus-terusan, awalnya tetep nyut-nyutan, Alhamdulillah akhirnya bebas dari cantengan.
Ane mungkin selama ini banyak lalainya, dan dikasi pengingat melalui cacar, cantengan dan batuk ini. Semoga bisa sebagai pengurang dosa ane. Pas sakit kolaborasinya di titik puncak, ane inget gimanaa nanti di akhirat ya. Dikasi sakit kaya gini aja uda ngeluh dan kesakitan, gimana adzab kubur dan akhirat. Akhirnya memang hanya bisa pasrah kalau kena penyakit yang menguji kesabaran ini.
Ini ane ambil nasehat bagus bagi yang lagi sakit, dan sebagai bahan renungan ane juga.
Seorang muslim akan memandang berbagai penyakit itu sebagai:
1. Ujian dan cobaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Al-Mulk: 2)
وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Al-Anbiya`: 35)
Ibnu Katsir rahimahullahu berkata dalam tafsirnya tentang ayat ini: “Kami menguji kalian, terkadang dengan berbagai musibah dan terkadang dengan berbagai kenikmatan. Maka Kami akan melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang kufur (terhadap nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala), siapa yang sabar dan siapa yang putus asa (dari rahmat-Nya). Sebagaimana perkataan Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma: ‘Kami akan menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan, maksudnya yaitu dengan kesempitan dan kelapangan hidup, dengan kesehatan dan sakit, dengan kekayaan dan kemiskinan, dengan halal dan haram, dengan ketaatan dan kemaksiatan, dengan petunjuk dan kesesatan; kemudian Kami akan membalas amalan-amalan kalian’.”
Ujian dan cobaan akan datang silih berganti hingga datangnya kematian.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?” (Al-Baqarah: 214)
Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: “(Ujian yang akan datang adalah) berbagai penyakit, sakit, musibah, dan cobaan-cobaan lainnya.”
Bila demikian, maka sikap seorang muslim tatkala menghadapi berbagai ujian dan cobaan adalah senantiasa berusaha sabar, ikhlas, mengharapkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, terus-menerus memohon pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga tidak marah dan murka terhadap taqdir yang menimpa dirinya, tidak pula putus asa dari rahmat-Nya.
2. Penghapus dosa.
Seandainya setiap dosa dan kesalahan yang kita lakukan mesti dibalas tanpa ada maghfirah (ampunan)-Nya ataupun penghapus dosa yang lain, maka siapakah di antara kita yang selamat dari kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala? Sehingga, termasuk hikmah dan keadilan Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa Dia menjadikan berbagai ujian dan cobaan itu sebagai penghapus dosa-dosa kita.
إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ
“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (Hud: 114)
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah menimpa seorang muslim kelelahan, sakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan dan duka, sampai pun duri yang mengenai dirinya, kecuali Allah akan menghapus dengannya dosa-dosanya.” (Muttafaqun alaih)
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu berkata dalam Syarh Riyadhish Shalihin (1/94): “Apabila engkau ditimpa musibah maka janganlah engkau berkeyakinan bahwa kesedihan atau rasa sakit yang menimpamu, sampaipun duri yang mengenai dirimu, akan berlalu tanpa arti. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menggantikan dengan yang lebih baik (pahala) dan menghapuskan dosa-dosamu dengan sebab itu. Sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya. Ini merupakan nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga, bila musibah itu terjadi dan orang yang tertimpa musibah itu:
a. mengingat pahala dan mengharapkannya, maka dia akan mendapatkan dua balasan, yaitu menghapus dosa dan tambahan kebaikan (sabar dan ridha terhadap musibah).
b. lupa (akan janji Allah Subhanahu wa Ta’ala), maka akan sesaklah dadanya sekaligus menjadikannya lupa terhadap niat mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dari penjelasan ini, ada dua pilihan bagi seseorang yang tertimpa musibah: beruntung dengan mendapatkan penghapus dosa dan tambahan kebaikan, atau merugi, tidak mendapatkan kebaikan bahkan mendapatkan murka Allah Subhanahu wa Ta’ala karena dia marah dan tidak sabar atas taqdir tersebut.”
3. Kesehatan adalah nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang banyak dilupakan.
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيْهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ
“Dua kenikmatan yang kebanyakan orang terlupa darinya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari)
Betapa banyak orang yang menyadari keberadaan nikmat kesehatan ini, setelah dia jatuh sakit. Sehingga musibah sakit ini menjadi peringatan yang berharga baginya. Setelah itu dia banyak bersyukur atas nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut. Itulah golongan yang beruntung.
Adab-adab Syar’i ketika Sakit
Di antara bukti kesempurnaan Islam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menuntunkan adab-adab yang baik ketika seorang hamba tertimpa sakit. Sehingga, dalam keadaan sakit sekalipun, seorang muslim masih bisa mewujudkan penghambaan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di antara adab-adab tersebut adalah:
1. Sabar dan ridha atas ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta berbaik sangka kepada-Nya.
Dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرٌ لَهُ، وَإِذَا أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرٌ لَهُ
“Sungguh menakjubkan urusan orang yang beriman. Sesungguhnya semua urusannya baik baginya, dan sikap ini tidak dimiliki kecuali oleh orang yang mukmin. Apabila kelapangan hidup dia dapatkan, dia bersyukur, maka hal itu kebaikan baginya. Apabila kesempitan hidup menimpanya, dia bersabar, maka hal itu juga baik baginya.” (HR. Muslim)
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللهِ تَعَالَى
“Janganlah salah seorang di antara kalian itu mati, kecuali dalam keadaan dia berbaik sangka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim)
2. Berobat dengan cara-cara yang sunnah atau mubah dan tidak bertentangan dengan syariat.
Diriwayatkan dari Abud Darda` radhiyallahu ‘anhu secara marfu’:
إِنَّ اللهَ خَلَقَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ فَتَدَاوَوْا وَلاَ تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ
“Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya. Maka berobatlah kalian, dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram.” (HR. Ad-Daulabi. Asy-Syaikh Al-Albani menyatakan sanad hadits ini hasan. Lihat Ash-Shahihah no. 1633)
Juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا أَنْزَلَ اللهُ مِنْ دَاءٍ إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً، عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ وَجَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ
“Tidaklah Allah menurunkan satu penyakit pun melainkan Allah turunkan pula obat baginya. Telah mengetahui orang-orang yang tahu, dan orang yang tidak tahu tidak akan mengetahuinya.” (HR. Al-Bukhari. Diriwayatkan juga oleh Al-Imam Muslim dari Jabir radhiyallahu ‘anhu)
Di antara bentuk pengobatan yang sunnah adalah:
a. Madu dan berbekam
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الشِّفَاءُ فِي ثَلَاثَةٍ: شُرْبَةِ عَسَلٍ، وَشِرْطَةِ مُحَجِّمٍ، وَكَيَّةِ نَارٍ، وَأَنَا أَنْهَى عَنِ الْكَيِّ –وَفِي رِوَايَةٍ: وَلاَ أُحِبُّ أَنْ أَكْتَوِي
“Obat itu ada pada tiga hal: minum madu, goresan bekam, dan kay1 dengan api, namun aku melarang kay.” (HR. Al-Bukhari)
Dalam riwayat lain: “Aku tidak senang berobat dengan kay.”
b. Al-Habbatus sauda` (jintan hitam)
Dari Usamah bin Syarik radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْحَبَّةُ السَّوْدَاءُ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلاَ السَّامَ
“Al-Habbatus Sauda` (jintan hitam) adalah obat untuk segala penyakit, kecuali kematian.” (HR. Ath-Thabarani. Dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu bahwa sanadnya hasan, dan hadits ini punya banyak syawahid/pendukung)
c. Kurma ‘ajwah
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
فِي عَجْوَةِ الْعَالِيَةِ أَوَّلُ الْبُكْرَةِ عَلىَ رِيْقِ النَّفَسِ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ سِحْرٍ أَوْ سُمٍّ
“Pada kurma ‘ajwah ‘Aliyah yang dimakan pada awal pagi (sebelum makan yang lain) adalah obat bagi semua sihir atau racun.” (HR. Ahmad. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu menyatakan hadits ini sanadnya jayyid (bagus). Lihat Ash-Shahihah no. 2000)
d. Ruqyah
Yaitu membacakan surat atau ayat-ayat Al-Qur’an atau doa-doa yang tidak mengandung kesyirikan, kepada orang yang sakit. Bisa dilakukan sendiri maupun oleh orang lain.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Al-Isra`: 82)
Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullahu dalam tafsirnya berkata: “Al-Qur`an itu mengandung syifa` (obat) dan rahmat. Namun kandungan tersebut tidak berlaku untuk setiap orang, hanya bagi orang yang beriman dengannya, yang membenarkan ayat-ayat-Nya, dan mengilmuinya. Adapun orang-orang yang zalim, yang tidak membenarkannya atau tidak beramal dengannya, maka Al-Qur`an tidak akan menambahkan kepada mereka kecuali kerugian. Dan dengan Al-Qur`an berarti telah tegak hujjah atas mereka.”
Obat (syifa`) yang terkandung dalam Al-Qur`an bersifat umum. Bagi hati/ jiwa, Al-Qur`an adalah obat dari penyakit syubhat, kejahilan, pemikiran yang rusak, penyimpangan, dan niat yang jelek. Sedangkan bagi jasmani, dia merupakan obat dari berbagai sakit dan penyakit.
Dari Abu Abdillah Utsman bin Abil ‘Ash radhiyallahu ‘anhu:
أَنَّهُ شَكَا إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَعًا يَجِدُ فِي جَسَدِهِ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ضَعْ يَدَكَ عَلىَ الَّذِي يَأْلَمُ مِنْ جَسَدِكَ وَقُلْ: بِسْمِ اللهِ -ثَلَاثًا-؛ وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
Dia mengadukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang rasa sakit yang ada pada dirinya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Letakkanlah tanganmu di atas tempat yang sakit dari tubuhmu, lalu bacalah: بِسْمِ اللهِ (tiga kali), kemudian bacalah tujuh kali:
أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
‘Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya, dari kejelekan yang aku rasakan dan yang aku khawatirkan’.” (HR. Muslim)
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk sebagian keluarganya (yang sakit) lalu beliau mengusap dengan tangan kanannya sambil membaca:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ، أَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاءُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
“Ya Allah, Rabb seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkau adalah Dzat yang Maha Menyembuhkan. (Maka) tidak ada obat (yang menyembuhkan) kecuali obatmu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” (Muttafaqun ‘alaih)
Atau berobat dengan cara-cara yang mubah, misalkan berobat ke dokter atau orang lain yang memiliki keahlian dalam pengobatan seperti ramuan, refleksi, akupunktur, dan sebagainya.
Adapun berobat kepada tukang sihir atau dukun, atau dengan cara-cara perdukunan semacam mantera yang mengandung unsur syirik, atau rajah-rajah yang tidak diketahui maknanya, maka haram hukumnya, dan bisa menyebabkan seseorang keluar (murtad) dari Islam. Dari Mu’awiyah ibnul Hakam radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Aku berkata:
يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي حَدِيثُ عَهْدٍ بِالْجَاهِلِيَّةِ وَقَدْ جَاءَ اللهُ تَعَالَى بِالْإِسْلاَمِ وَمِنَّا رِجَالًا يَأْتُونَ الْكُهَّانَ. قَالَ: فَلاَ تَأْتِهِمْ
“Wahai Rasulullah, aku baru saja meninggalkan masa jahiliah. Dan sungguh Allah telah mendatangkan Islam. Di antara kami ada orang-orang yang mendatangi para dukun.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah engkau mendatangi mereka (para dukun).” (HR. Muslim)
Dari Shafiyyah bintu Abi ‘Ubaid, dari sebagian istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ فَصَدَّقَهُ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ يَوْمًا
“Barangsiapa mendatangi peramal, kemudian dia bertanya kepadanya tentang sesuatu lalu dia membenarkannya, maka tidak akan diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR. Muslim)
3. Bila sakitnya bertambah parah atau tidak kunjung sembuh, tidak diperbolehkan mengharapkan kematian.
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ لِضُرٍّ أَصَابَهُ، فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ فَاعِلًا فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْراً لِي
“Janganlah salah seorang kalian mengharapkan kematian karena musibah yang menimpanya. Apabila memang harus melakukannya, maka hendaknya dia berdoa:
اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْراً لِي
‘Ya Allah, hidupkanlah aku bila kehidupan itu adalah kebaikan bagiku dan wafatkanlah aku bila kematian itu adalah kebaikan bagiku’.” (Muttafaqun ‘alaih)
4. Apabila dirinya mempunyai kewajiban (seperti hutang, pinjaman, dll), atau amanah yang belum dia tunaikan, atau kezaliman terhadap hak orang lain yang dia lakukan, hendaknya dia bersegera menyelesaikannya dengan yang bersangkutan, bila memungkinkan.
Bila tidak memungkinkan, karena jauh tempatnya, atau belum ada kemampuan, atau sebab lainnya, hendaknya dia berwasiat (kepada ahli warisnya) dalam perkara tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ
“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.” (Al-Mu`minun: 8)
Dari Abu Huraiah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيْهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ مِنْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لاَ يَكُونَ دِيْنَارٌ وَدِرْهَمٌ، إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ
“Barangsiapa berbuat kezaliman terhadap saudaranya, baik pada harga dirinya atau sesuatu yang lain, hendaknya dia minta agar saudaranya itu menghalalkannya (memaafkannya) pada hari ini, sebelum (datangnya hari) yang tidak ada dinar maupun dirham. Apabila dia memiliki amal shalih, akan diambil darinya sesuai kadar kezalimannya (lalu diberikan kepada yang dizaliminya). Apabila dia tidak memiliki kebaikan-kebaikan, akan diambil dari kejelekan orang yang dizalimi lalu dipikulkan kepadanya.” (HR. Al-Bukhari)
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:
لَمَّا حَضَرَ أُحُدٌ دَعَانِي أَبِي مِنَ اللَّيْلِ فَقَالَ: ماَ أُرَانِي إِلاَّ مَقْتُولاً فِي أَوَّلِ مَنْ يُقْتَلُ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنِّي لاَ أَتْرُكُ بَعْدِي أَعَزَّ عَلَيَّ مِنْكَ غَيْرَ نَفْسِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنَّ عَلَيَّ دَيْنًا فَاقْضِ وَاسْتَوْصِ بِإِخْوَتِكَ خَيْرًا. فَأَصْبَحْنَا فَكَانَ أَوَّلَ قَتِيلٍ
“Sebelum terjadi perang Uhud, ayahku memanggilku pada malam harinya. Dia berkata: ‘Tidak aku kira kecuali aku akan terbunuh pada golongan yang pertama terbunuh di antara para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan sesungguhnya aku tidak meninggalkan setelahku orang yang lebih mulia darimu, kecuali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sesungguhnya aku mempunyai hutang maka tunaikanlah. Nasihatilah saudara-saudaramu dengan baik.’ Tatkala masuk pagi hari, dia termasuk orang yang pertama terbunuh.” (HR. Al-Bukhari)
5. Disyariatkan segera menulis wasiat dengan saksi dua orang lelaki muslim yang adil. Bila tidak didapatkan karena safar, boleh dengan saksi dua orang ahli kitab yang adil.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا شَهَادَةُ بَيْنِكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ حِينَ الْوَصِيَّةِ اثْنَانِ ذَوَا عَدْلٍ مِنْكُمْ أَوْ ءَاخَرَانِ مِنْ غَيْرِكُمْ إِنْ أَنْتُمْ ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَأَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةُ الْمَوْتِ
“Hai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang yang berlainan agama dengan kamu, jika kamu dalam perjalanan di muka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian.” (Al-Ma`idah: 106)
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata:
مَا حَقَّ امْرُؤٌ مُسْلِمٌ يَبِيْتُ لَيْلَتَيْنِ وَلَهُ شَيْءٌ يُرِيدُ أَنْ يُوصِيَ فِيهِ إِلاَّ وَوَصَّيْتُهُ عِنْدَ رَأْسِهِ. وَقَالَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا: مَا مَرَّتْ عَلَيَّ لَيْلَةٌ مُنْذُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ذَلِكَ إِلاَّ وَعِنْدِي وَصِيَّتِي
“Tidak berhak seorang muslim melalui dua malam dalam keadaan dia memiliki sesuatu yang ingin dia wasiatkan kecuali wasiatnya berada di sisinya.”
Dan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Tidaklah berlalu atasku satu malam pun semenjak aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata demikian, kecuali di sisiku ada wasiatku.” (Muttafaqun ‘alaih)
Ibnu Abdil Bar rahimahullahu berkata (At-Tamhid, 14/292): “Para ulama bersepakat bahwa wasiat itu bukan wajib, kecuali bagi orang yang memiliki tanggungan-tanggungan yang tanpa bukti, atau dia memiliki amanah yang tanpa saksi. Apabila demikian, dia wajib berwasiat. Tidak boleh dia melalui dua malam pun kecuali sungguh telah mempersaksikan hal itu.
Diperbolehkan baginya mewasiatkan sebagian harta yang ditinggalkan, maksimal sepertiganya. Tidak boleh lebih dari itu. Bahkan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Aku senang bahwa orang mengurangi dari jumlah 1/3 menjadi ¼ dalam hal wasiat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sepertiga itu banyak’.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Muslim dan Al-Baihaqi)
Wasiat tersebut tidak boleh untuk ahli waris yang berhak mendapatkan warisan, kecuali dengan kerelaan dari seluruh ahli waris lainnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللهَ قَدْ أَعْطَى كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ فَلاَ وَصِيَّةَ لِوَارِثٍ
“Sesungguhnya Allah telah memberi setiap yang memiliki hak akan haknya, maka tidak ada wasiat untuk ahli waris.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dihasankan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa`)
Ibnu Mundzir rahimahullahu berkata (Al-Ijma’ hal. 100): “Para ulama sepakat bahwa tidak ada wasiat untuk ahli waris kecuali para ahli waris (yang lain) memperbolehkannya.”
Ibnu Katsir rahimahullahu berkata (Tafsir Al-Qur`anil ‘Azhim, 1/471): “Ketika wasiat itu adalah rekayasa dan jalan untuk memberi tambahan kepada sebagian ahli waris, serta mengurangi dari sebagian mereka, maka wasiat itu haram hukumnya, berdasarkan ijma’ dan dengan Al-Qur`an:
غَيْرَ مُضَارٍّ وَصِيَّةً مِنَ اللهِ وَاللهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌ
“(Wasiat itu) tidak memberi mudarat (kepada sebagian pihak). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.” (An-Nisa`: 12)
Adapun wasiat yang bertentangan dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah, maka wasiat tersebut batil dan tidak boleh dilaksanakan. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa yang mengada-adakan perkara baru pada urusan (agama) ku ini apa yang tidak berasal darinya, maka hal itu tertolak.” (Muttafaqun ‘alaih)
6. Berwasiat agar jenazahnya diurus dan dikuburkan sesuai As-Sunnah
Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata (Ahkamul Jana`iz, hal. 17-18): “Ketika adat kebiasaan yang dilakukan mayoritas kaum muslimin pada masa ini adalah bid’ah dalam urusan agama, lebih-lebih dalam masalah jenazah, maka termasuk perkara yang wajib adalah seorang muslim berwasiat (kepada ahli warisnya) agar jenazahnya diurus dan dikuburkan sesuai As-Sunnah, untuk mengamalkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”2
Oleh karena itulah, para sahabat radhiyallahu ‘anhum mewasiatkan hal tersebut. Atsar-atsar dari mereka (dalam hal ini) banyak sekali. Di antaranya:
a. Dari Amir bin Sa’d bin Abi Waqqash, bahwa ayahnya (yakni Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu) berkata ketika sakit yang mengantarkan kepada wafatnya:
أَلْحِدُوا لِي لَحْدًا وَانْصِبُوا عَلَيَّ نَصْبًا اللَّبِنَ كَمَا صُنِعَ بِرَسُولِ اللهِ n
“Buatlah liang lahat untukku, dan tegakkanlah atasku bata sebagaimana dilakukan demikian kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
b. Dari Abu Burdah dia berkata: Abu Musa radhiyallahu ‘anhu mewasiatkan ketika hendak meninggal: “Apabila kalian berangkat membawa jenazahku maka cepatlah dalam berjalan. Jangan mengikutkan (jenazahku) dengan bara api. Sungguh jangan kalian membuat sesuatu yang akan menghalangiku dengan tanah. Janganlah membuat bangunan di atas kuburku. Aku mempersaksikan kepada kalian dari al-haliqah (wanita yang mencukur gundul rambutnya karena tertimpa musibah), as-saliqah (wanita yang menjerit karena tertimpa musibah), dan al-khariqah (wanita yang merobek-robek pakaiannya karena tertimpa musibah).” Mereka bertanya: “Apakah engkau mendengar sesuatu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hal itu?” Dia menjawab: “Ya, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Diriwayatkan oleh Ahmad 4/397, Al-Baihaqi 3/395, dan Ibnu Majah, sanadnya hasan)
Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata dalam Al-Adzkar: “Disunnahkan baginya dengan kuat untuk mewasiatkan kepada mereka (ahli waris) untuk menjauhi adat kebiasaan yang berupa bid’ah dalam pengurusan jenazah. Dan dikuatkan perkara tersebut (dengan wasiat).”
Wallahu a’lam bish-shawab.
1 Besi dibakar, lalu ditempelkan pada urat yang sakit.
2 At-Tahrim: 6. –pen
Sumber :
Alhamdulillah per tanggal 28 Desember 2011, Surat Keputusan ane keluar dari perusahaan dirilis, dan per tanggal itu pula ane terhitung tidak bekerja lagi di dunia perbankan. Hiks, sedih harus meninggalkan keluarga besar ane di tempat kerja. Pada suasana yang sangat kondusif, pimpinan yang TOP BGT, rekan-rekan kerja yang support dan kekeluargaan banget. Ane sebagai anak perantauan serasa dapat keluarga baru di Jakarta. Mak-mak baru, kakak baru, mas baru, adik baru, sodara-sodara semua lah. Dan tentu saja sangat berat meninggalkan mereka. Meninggalkan rutinitas harian, ketemu nasabah, kadang kena omel, adrenalin terpacu kalau load kerjaan lagi banyak, lembur berkas ngga kelar-kelar, bikin laporan-laporan awal bulan yang bikin lumayan mumet bin nyut-nyutan. Pokoknya tanggal 1 sampai dengan 10 adalah tanggal dimana guyon dikurangi, kerjaan tambah, tidur tak nyenyak, tapi Alhamdulillah makan tetep enak.
Itu semua demi suami tercinta. Demi keluarga kecil kami. Konsekuensi dari keputusan menikah. Ngga mungkin saya kerja tapi suami (kayanya) ngga ridho. Suami bilangnya sih terserah mau keluar kapan. Tapi nanya mulu, malah pas lebaran 2011 kemarin uda nanyain “Mi, surat resignnya uda dikirim”. Hayyahh, waktu itu ngomongin aja belum clear, uda tembak langsung. Awalnya saya yang ngebet ingin keluar kerjaan dan menemani suami yang waktu itu masih dinas di Tegal, tapi awalnya suami masih bilangnya ntar dulu aja, umpul-umpul sek. Tapiii, begitu dirinya dipindah ke Puertorico, aka Purwokerto, langsung deh kerasa sendirian, jauh, ngga ada keluarga. Kalau di Tegal banyak teman dekatnya, ke Semarang gampang, ke Jakarta gampang juga dan tiket murah, jadi ngga kerasa. Akhirnya setelah melalui proses istikharoh dan memantapkan hati untuk resign, baru bilang ke pimpinan. Awalnya saya Cuma kasih sinyal-sinyal dulu, dan rata-rata nganggepnya Cuma angin lalu. Mengejar dunia ngga aka nada habisnya, dan saya piker mau sampai kapan kami akan begini terus, Alhamdulillah kami masih sehat dan ada umur, tapi umur kan siapa yang tau. InsyaAllah niat karena Allah. Karena banyak pertimbangan juga dan saya pikirkan baik-baik plus minusnya. Pasti yang berat juga bilang ke orangtua, awalnya mereka menyayangkan keputusan yang akan saya ambil. Tapi, mom yang menguatkan juga, “kamu kan sudah punya imam sendiri dan bisa mengambil keputusan. Yang penting jangan sampai salah menyalahkan kalau sudah resign. Dipikir baik-baik. Orangtua hanya bisa mendoakan yang terbaik”. Yawes, akhirnya kalau orangtua ridho InsyaAllah semakin mantap. Yaa mungkin ini keputusan kedua terberat yang pernah saya ambil, keputusan pertama ya pas nikah karena itu mengubah segalanya ya pola hidup, ya komitmen, tanggung jawab, dll, dan dari awal mengambil keputusan pertama itu saya sadar ada kemungkinan saya akan mengambil keputusan kedua terberat, yaitu meninggalkan kerjaan. Karena dari hasil ini saya bisa membalas jasa orangtua, walau pasti masih jauuuuuuhhhh sekaliii, karena cinta dan materi yang orangtua keluarkan sepanjang masa dan dari penghasilan kan lumayan buat amal, bantu-bantu and jajan, hiks. Well, InsyaAllah one door closed another door open. Allah yang selama ini menguatkan saya dalam mengambil keputusan-keputusan ini. Doa saya pas harus mengucapkan perpisahan pada rekan-rekan kantor Cuma minta kepada Allah, “Ya Rob kuatkan hamba, hamba melakukan ini semua karena-Mu, insyaAllah ini keputusan terbaik”. Ituuuu aja yang ane ulangi di pikiran kalau pas mau mewek. Alhasil, mewek juga sih, tapi ngga terlalu gero-gero atau kamiseseken, hehe..
Perpisahan saya sekalian ada acara kantor di Garut tanggal 7 Januari 2012 kemarin. That was unforgettable moment. Ada outbond nya segala, rafting, paintball, dll. Kelompok ane juara 1 dong pas paintball. Ane Cuma bagian ngumpet doang sih, hehe. Pas rafting ane pake acara jatuh segala pas ada Boom. Memang pengalaman jatuh dari perahu raftingnya Cuma sepersekian detik aja, dan uda ngga bisa mikir gimana-gimana, yang penting bisa nafas dulu lah. Soalnya pinter berenang juga ngga ngefek, lha wong lawan arus begitu, mana deres, jadi susah mau napak juga. Alhamdulillah ada yang narik saya ke perahu lagi, walau harus berjuang dulu beberapa menit, dan cukup menguras tenaga. Hooossh, masih kerasa rasanya tenggelam. Acara malam, ane harus ngomong lagi on public (I’m a bad public speaker, suara kedengerannya cempreng, padahal pengen banget bisa ngomong lancar jaya didepan banyak orang gitu, udah gitu apa yang udah dibayangin akan diomongin sebelumnya jadi buyaar, bablas angine). Untungnya, ane sempet ngetik-ngetik dikit di BB ane. Mungkin itu terakhir kalinya ane bisa ketemuan dengan temen-temen kantor semua, di acara yang santai, sebelum saya ke Purwokerto saat itu. Jadi ngga mau melewatkan semua nama temen-temen harus disebut. Since I wanna say thank you for all of them, to be part of my story, part of my memories, part of my big familia.
Semoga cabang ane di Pondok Indah bisa lebih maju, lebih berkah, diberi kemudahan, kelancaran dalam bisnisnya. Dan situasi kantor lancar jayaaa, tetap kondusif dalam mencari rezeki dan mendapatkan ridho Allah. Dalam hidup selalu ada pertemuan ada perpisahan, . This is part of life. Part of sunah Rasul, hijrah. Selamat berjuang yaaa rekan-rekankuu. Will miss you all. Thank you so much.
Hukum menerima hadiah dari customer/pelanggan/nasabah, dan lain sebagainya. Sebenarnya bagaimana sih hukumnya?.. ane sendiri seringkali terjebak dalam permasalahan terima atau tidak pemberian nasabah, baik itu berupa uang, bingkisan ataupun makanan. Ane bekerja di dunia perbankan. Disini ada nasabah pembiayaan/ kredit dan nasabah DPK atau penabung. Kebanyakan memang seringnya memberikan makanan, karena kami memang akan langsung menolak kalau pemberian itu berupa uang dan kebanyakan pemberi adalah nasabah pembiayaan. Dan kami sering bingung kalau menerima hal seperti itu, walaupun ada juga yang berkata “pamali, nolak rejeki”. Tapi halal atau haramkah rejeki ini. Sedangkan makanan mempunyai pengaruh yang dominan bagi diri orang yang memakannya, artinya : makanan yang halal, bersih dan baik akan membentuk jiwa yang suci dan jasmani yang sehat. Sebaliknya, makanan yang haram akan membentuk jiwa yang keji dan hewani. Oleh karena itulah, Islam memerintahkan kepada pemeluknya untuk memilih makanan yang halal serta menjauhi makanan yang haram. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah baik, tidak menerima kecuali hal-hal yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mu’min sebagaimana yang diperintahkan kepada para rasul, Allah berfirman : “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Dan firmanNya yang lain : “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu”. Kemudian beliau mencontohkan seorang laki-laki, dia telah menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut serta berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit : “Ya Rabbi ! Ya Rabbi! Sedangkan ia memakan makanan yang haram, dan pakaiannya yang ia pakai dari harta yang haram, dan ia meminum dari minuman yang haram,dan dibesarkan dari hal-hal yang haram, bagaimana mungkin akan diterima do’anya” [Hadits Riwayat Muslim no. 1015]
Disini ane hanya membahas bingungnya terima makanan dari nasabah atau ngga ya, karena kalau berupa uang jelas haram, karena menambah harta dan bisa dikategorikan suap, dan rekan-rekan sekantor ane pun tidak menerimanya. Kami juga sudah memberitahukan untuk tidak memberi dalam bentuk apapun baik uang, makanan atau bingkisan, tapi tetep aja ada yang ngeyel ngasih makanan (*apa kita keliatan kurang makan apa yaa, atau mereka tahu kita-kita tukang ngemil ,hehe). Kalau pengalaman ane selama ini, sepanjang ane tahu makanan itu asalnya dari nasabah terutama yang pembiayaan, ane tidak memakan atau mengambilnya. Kalaupun sudah terlanjur diwadahi untuk dibawa pulang, ane berikan pada orang yang lebih membutuhkan, ane mikirnya biarlah makanan itu bisa menjadi kebaikan berupa pahala dari pemberi/nasabah itu, jika diberikan pada orang yang membutuhkan, InsyaAllah. Memang awalnya, rekan-rekan kantor ada yang agak risih dengan sikap saya yang terkesan sok-sokkan tidak mau menerima makanan pemberian nasabah, tapi InsyaAllah ini untuk kebaikan dan upaya untuk menjaga dari yang haram. Pernah juga ane terima makanan, yang waktu itu isinya otak-otak, bakso dan nugget masing-masing sebungkus yang belum digoreng, waktu itu, karena mau untuk oleh-oleh ane ambil, tapiii tunggu dulu, nanti dikira ane ngga konsisten, memang ane terima, tapi langsung ane bayar, dengan cara membayarnya, karena memang nasabah tersebut juragan bakso, otak-otak dan nugget, jadi secara tidak langsung beliau ini kan penjual, jadi itung-itung beli, langsung ane masukkan ke rekening nasabah tersebut, uang sebesar kemungkinan harga itu, lebih dikit ngga apa-apa, yang penting bisa menjadi halal.
Yang bingung lagi kalau nasabah penabung, karena penabung berdasarkan hubungan baik, dan mereka tidak ada kewajiban yang tertunda. Hasil dari diskusi ane dan kakak ane, mungkin kalau untuk nasabah penabung yang memberikan makanan bisa saja diterima, karena berupa hadiah, dan karena hubungan baik, takutnya malah menyakitkan hati pemberi jika tidak diterima, itupun jarang sekali penabung murni yang memberikan makanan dan tidak ada hal lain yang dia terima, karena penabung kan ya duit duitnya dia sendiri yang ditabungin, inipun hanya opini ane, dan sebaiknya memang tidak diterima juga, Wallahu’alam.
Kenapa disini ane bedakan antara nasabah pembiayaan dan penabung, karena kalau nasabah pembiayaan, mereka dapat fasilitas dari Bank berupa uang yang masih harus mereka angsur tiap bulan, masih ada kewajiban yang harus diselesaikan. Walaupun mungkin, memang mereka murni karena niat baik, rasa terima kasih karena telah memberikan kemudahan dan kepuasan atas pelayanan yang diberikan. Tapi, takutnya ada niat tersembunyi berupa harapan mendapatkan kemudahan kalau nanti mereka macet atau semacamnya. Ada juga rekan yang mau menerima makanan tersebut, karena menurutnya, makanan itu tidak menambah harta kita, menurutnya yang tidak diperbolehkan hanya uang, karena bisa menambah kekayaan dan dikategorikan suap, yang sudah jelas haram hukumnya. Dan menurutnya, agar makanan tersebut tidak mubadzir, karena sudah dibeli oleh nasabah, dan sebagai bentuk itikad baik kita untuk menerimanya, Wallahu’alam.
Untuk lebih lengkapnya tentang hukum seputar suap dan hadiah bisa dilihat di http://almanhaj.or.id/content/2283/slash/0
Disini juga ane copas kan Tanya jawab dari http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatkonsultasi&id=2529
HUKUM MENERIMA HADIAH DARI KONSUMEN
Selasa, 20 Oktober 09
Tanya :
Assalamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakatuh
Bagaimana hukumnya menerima hadiah berupa uang atau barang lainnya dari konsumen/pelanggan yg diuruskan sesuatu/perbaikan, padahal kita nolak dan sudah berterus terang bahwa duit yg disetor yang sebenarnya, tapi pelanggan itu memaksa kita untuk mengambilnya dan mengatakan bahwa itu ucapan terima kasih aja.. padahal niat kita tulus karena memang sudah tugas kita dari perusahaan.
Wassalamu’alaikum wa Rahamatullaahi wa Barakatuh
Hormat Saya : A. Arijal
Jawab :
Wa’alaikumussalam wa Rahmatullahi wa Barakatuh
Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Amma ba’du
Siapa yang tulus membantu tanpa berharap imbalan karena ia memang sudah menjadi tugasnya lalu dia diberi sesuatu sebagai hadiah maka tidak mengapa dia menerimanya, karena sesuatu itu datang sebagai rizki dari Allah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. bersabda kepada Umar radhiyallahu ‘anhuyang menolak pemberian beliau:
“Ambillah, jika harta ini datang kepadamu sementara kamu tidak berharap dan tidak meminta maka terimalah dan anggaplah ia sebagai hartamu, kalau kamu berkenan makanlah, kalau tidak sedekahkan kepada orang lain.” (Muttafaq alaihi).
Namun karena Anda menjalankan tugas dari perusahaan dan perusahaan sudah menggaji Anda atas tugas tersebut maka jika uang tersebut Anda terima, Anda harus melaporkannya kepada yang berwenang dalam perusahaan tersebut, sebab uang tersebut tidak datang kepada Anda ketika Anda tidak menjalankan tugas dari perusahaan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah meminta seseorang mengurusi zakat, setelah dia pulang dia melapor kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam , dia berkata, “Ini harta kalian, sementara harta itu adalah milik saya, hadiah untuk saya.” Maka Nabishallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Mengapa dia tidak duduk di rumah ibunya, kalau memang jujur, sehingga hadiahnya datang kepadanya?”
Maksudnya, laki-laki ini mendapatkan hadiah karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikannya sebagai amil zakat, seandainya dia bukan amil zakat, apakah ada orang yang memberinya hadiah? Pertanyaan untuk Anda, andaikata Anda tidak datang kepada pelanggan dalam rangka tugas perusahaan, apakah pelanggan tersebut memberi hadiah kepada Anda?
Shalawat dan salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Wassalamu’alaikum wa Rahamatullaahi wa Barakatuh
Sumber :
http://almanhaj.or.id/content/2062/slash/0
http://almanhaj.or.id/content/2283/slash/0
http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatkonsultasi&id=2529
http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/terima-hadiah-dari-rekanan.htm
Edisinya mo cerita tentang zauji ahh, secara lagi agak merindunya (*blush).. Well, akhir-akhir ini ane melihat zauji dari sisi yang berbeda. Jauh jauhan begini jadi bisa melihat banyaaaaakk kebaikannya. Seperti, waktu minggu ini ane mengajukan cuti untuk awal November 2011 ini, tapi ternyata cuti ane ditolak mentah-mentah sama pimpinan, melihat situasi kantor yang load nya lagi rame-ramenya di bulan itu katanya, jadi ane diminta pengertiannya. Ane awalnya agak kurang bisa menerima keputusan pimpinan ane itu, karena cuti ini sudah kami persiapkan jauh-jauh hari. Sudah pesan tiket, hunting kesana kemari mau liburan kemana, sampai akhirnya kami memutuskan untuk melakukan perjalanan 4D3N ke Karimunjawa, cedak-cedak (*dekat-dekat) saja. Melihat situasi kantong dan kondisi kami yang InsyaAllah akan moving out together, ngontrak di Purwokerto.
Oia, InsyaAllah akhir tahun, bulan Desember 2011 ini ane memutuskan akan resign dari tempat kerjaan di Jakarta. Setelah proses ikhtiar yang panjang, diantaranya nyari cara kalau bisa zauji yang pindah ke Jakarta, nanya sana-sini, karena memang hanya ada 2 cara kami bisa live in the same city, under the same roof, zauji yang kesini atau ane resign nyusul zauji kesana. Mengingat kantor cabang/capem ane hanya ada di wilayah Jakarta dan sekitarnya, sedang kantor perwakilan zauji ada dimana-mana. Sebelumnya sih zauji ngga terlalu minta kami untuk bisa bareng dulu, sementara jauh-jauhan dulu, itung-itung menguatkan basis keuangan kami. Tapi entah kenapa sekitar bulan puasa kemarin udah minta ane resign dan menemani di Purwokerto. Ada angin apa ane juga kurang tahu. Sepertinya udara Purwokerto sing adem bikin kangen ane kali yaa, hihihihi, GR!!.. wes bieenn.. Memang pasti akan ada banyak pertimbangan. Ane yang masih ingin bantuin orangtua, keluarga dan kerabat, keinginan untuk masih mempunyai penghasilan sendiri dan bekerja biar bisa bermanfaat untuk orang lain. Tapi di lain pihak, ane mikir mau sampai kapan kami begini terus, my sister said “one door closed another door open”, pintu rezeki dari mana saja, dan Allah sudah mengatur semuanya. Zauji juga yang menguatkan ane, InsyaAllah masih tetap bisa membantu orangtua dan keluarga, kalaupun hanya dari zauji, dan pasti akan ada rezeki lain. I just think, umur juga rahasia Allah. Inginnya ane masih bisa sempat mengabdi buat zauji karena Allah. Ngga mau kalau sampai ada penyesalan yang terlambat. Ane juga berdoa, semoga pengganti ane nantinya di tempat kerjaan laki-laki. Inget dulu teman kantor ada juga yang resign, ibu-ibu yang sudah senior banget, resign karena mau usaha dan banyak menghabiskan waktu untuk keluarga dan anak-anaknya. Mengganti waktu yang terbuang, walau mungkin terlambat, beliau selalu mengingatkan ane, “jangan sampai menyesal kaya saya, sudah setua ini baru resign, selama ini terburu-buru waktu dan kerjaan, tidak bisa menjalani kodrat sebagai istri, dan bisa jadi kita sebagai wanita dipersalahkan kalau banyak pengangguran laki-laki, karena seharusnya laki-laki yang menafkahi, dan kita mengambil lahan mereka, terus gimana mereka nantinya bisa menghidupi istrinya.” Ya memang ada benarnya juga. Jadilah, InsyaAllah ane akan resign untuk taat pada suami karena Allah. Alhamdulillah juga kita sudah dapet kontrakan di daerah merci, rumah teman zauji yang dimutasi ke Semarang, rumah koneng, matching ama si koneng mercy tiger kami.
Balik lagi ke cuti ane yang ngga diapprove, waktu itu ane bener-bener sebeeell, jengkeeelll, sediiiihh, dan merasa bersalah juga, soalnya cuti zauji sudah diapprove dan kita sudah DP ke travel agent untuk perjalanan itu. Ane udah mikir aja zauji bakalan marah-marah, kenapa ane ngga cuti jauh hari sebelumnya. Tapi ternyata, zaujiku sungguh sabar, Subhanallah, ngga marah sedikitpun dan malah menenangkan ane. Mencari jalan keluar. Ane nya udah mbrebes mili, mata uda becheek. Akhirnya kami reschedule jadwal perjalanan ke Karimun sampai waktu yang tidak bisa ditentukan, karena zauji pengennya ngelarin sekalian pindahannya, dan ngurus segala macem, jadi liburan ngga kepikiran yang lain.
Ngga tau ni zauji baca blog ane ngga yaa, hehe, maaluu.. eeh, tapi pernah, ane pas lagi mo browsing di iphone zauji, ternyataa masih ngebuka blog ane, xixi.. ketawan dyeeh. Tapi memang my zauji is coooll, ngga pernah bilang-bilang atau komen apa gitu. Eh kayanya pernah denk, sekali komen di blog ane. Well, kayanya dia ngga mau ketawan ke- uncoollannya ^^. Kayanya lebih sering ane yang petingkah, doing something stupid, clumpsy, gitulah..
Ya Robb, terima kasih for giving me my zauji, Hakim.. he will be the light and be fair, just as his name. He is my imam, yang akan mengingatkan ketika iman melemah, with him, we will grow old together and have a wonderfull journey.
Ya Allah I miss him.. Ana uhibbuka fillah..
Jadi pengen bikin puisi, yahh, mohon maap kalau ada sale-sale kate, verb, noun, whatever yang ngga sesuai, tapi semoga tidak mengurangi maknanya. Here’s for you mas :
Zauji, with you I will spend my life
Everyday I wish I can see your smilling face
Your beautiful eyes that warm me
You already have a place in my heart
You’re my shoulder to cry on
Something missing when you’re not around
Your laugh make me even better
We know problem may exist
Angry, sad, and bad things may colouring our journey
But we know there will be more happiness, pleasure and love
With you, we will grow old together.
Dalam hubungan ane dan zauji, setelah Alhamdulillah akhirnya menikah Desember 2011 lalu, our next step yang ingin dicapai ya mendapat keturunan. Allah Yang Maha Tahu sampai saat ini menginjak usia pernikahan kami 7 bulan lebih, belum juga terjadi penebalan dinding rahim di ane buat tempat baby bala bala. Tapi ternyata ane ngga sendiri, banyak juga beberapa teman ane yang sudah menikah lebih dulu sampai sekarang juga belum mendapatkan keturunan. Ada yang memutuskan untuk mengambil anak, seperti tetangga ane, ada yang langsung konsultasi ke dokter untuk memeriksakan kesehatannya, ada juga yang pasrah belum dikaruniai anak walau usia pernikahannya sudah menginjak 4 tahun dan ngga mau ke dokter atau kemana-mana untuk ikhtiar mendapatkan keturunan, karena menurut dia, dia takut jika benar terjadi sesuatu dan belum siap untuk menerima keadaan sebenarnya, atau ada juga yang memilih jalur alternative dulu sebelum ke dokter, tapi usahanya berhenti di tengah jalan entah karena kesibukan atau ngga telaten.
Ane sebenarnya memutuskan untuk segera konsultasi aja ke dokter walau usia pernikahan kami masih belum sapai 1 tahun. Tapi seperti yang ane tulis di postingan sebelumnya, menurut zauji kalau mau periksa nanti saja, setelah 10-12 bulan belum ada juga. Sekarang ini dinikmati dulu dan bersabar aja. Walau ane tahu sebenarnya zauji sudah sangat ingin memiliki junior, dan penasaran, tapi sepertinya dia ngayem-ngayemi sayaah.
Akhirnya, ane tempuh juga usaha konsultasi ke dokter, toh menurut ane itu Cuma konsultasi aja, cek kesehatan, siapa tahu juga ada tips and trick dari dokter. Tapi afwan jiddan zauji, ane ngga bilang dulu, nanti aja beritahunya setelah periksa baru bilang ke zauji (*bukan contoh yang baik :p). Ane takutnya zauji jadi kepikiran atau kalau ane bilang zauji, akhirnya nanti ane mengurungkan lagi niat untuk konsul, ini kan juga untuk kebaikan kami juga, hehe..
Awalnya niat ane ke dokternya yang di Semarang, sekalian cuti, zauji kan seharian pelatihan, ane ada waktu luang sendiri, nah itulah saatnya periksa. Rencana di RS. Bunda aja, menurut teman-teman ane yang di Semarang, ada 2 dokter cewek yang mereka sarankan : dr. Wen, dr. Siti Mutmainah, sama satu lagi kalau ngga salah dr. Diana. Cuma kata temen ane yang dr. Diana dia ngga suggest, soalnya dia pernah ke beliau dan kurang komunikatif, Cuma kan mungkin beda orang beda penafsiran ya, dokter kan juga cocok-cocokan. Dr. Mutmainah kalau kata kakak ane beliau sudah terlalu sepuh, jadi mungkin sudah mulai berkurang, nah satu-satunya yang tersisa ya dr.Wen, tapi ternyata jadwal beliau di RS.Bunda hari Rabu, ane Cuma ada waktu di Semarang Senin-Selasa.
Kebetulan Sabtu Minggu yang lalu, zauji ngga ke Jakarta, dan ane ngga ke purwokerto, rehat dulu sebentar, istirahat badan dan ongkos, hehe. Ane mau silaturahmi aja ke tempat kakak di Cibinong. Ane inget, dulu kakak pernah nawarnin konsultasi ke dokternya dia disana. Ane langsung calling dan ternyata ada praktek, hari Sabtu pagi di RS. Hermina Bogor dan Sabtu malam di RSB As-Salam Cibinong, kalau ane ngga salah. Nama dokternya Florencia, lengkapnya lupa. Berangkatlah ane pulang kantor langsung ke Cibinong. Sabtu paginya langsung telpon ke Hermina Bogor, dan daftar, ane dapat urutan nomer 25, heddehh, kayaknya lama ni, sabar, namanya juga ikhtiar. Ane berangkat iring-iringan dengan kakak dan zaujinya. Sekalian kakak ipar mau kulakan education toys di daerah Bogor. Akhirnya, setelah penantian yang panjang dan lama, ketemu juga dengan dokternya. Masih muda ternyata. Dan beliau juga masih ingat dengan kakak ane, Ummu Khansa. Malah mereka cerita-ceritaan sendiri, bheeww, dan ane langsung di USG, setelah ditanya-tanya, sudah nikah berapa lama, apa kendalanya, suaminya merokok ngga, yaaa sambil ane cerita kondisi kalau kita long distance yang ketemu hanya beberapa kali sebulan. Sambil di USG, dokternya bilang kalau rahimnya bagus, Alhamdulillah. Hanya posisinya agak kedalam/diatas istilahnya retrofleksi. Jadi, posisi menentukan prestasi ^^. Karena posisi rahim ane dan Ummu khansa sama, jadilah ane banyak sharing. Untuk info lebih lengkap cerita ummu khansa (kakak ane) bisa dilihat disini, ikhtiarnya dia sampek mbrojol keponakan ane yang imyuuuuttt dan Oshin abis.
Ane dapat resep vitamin : Santa-E dan Asthin Force. Kalau hasil searching Manfaat Asthin Force : Untuk terapi pemulihan kerusakan sel tubuh akibat redikal bebas (oksidasi), Anti penuaan kulit dan mempercepat penyembuhan jerawat. Melenturkan pembuluh darah dan meningkatkan sistem pertahanan tubuh.
Untuk memperlancar haid, karena haid ane maju mundur dan jangka waktunya yang panjang (maks. 45 hari), ane diberi Cyclo-Progynova, yang diminum dari hari pertama haid sampai obatnya habis, dan ngga boleh kelewat, karena sudah ada urutan minumnya. Sampai ane bawa terus semua vitamin itu ditas kemana-mana, takut lupa. Oia, disiapin juga dana yang lumayan kalau mau kontrol ke dokter, paling ngga persiapan uang lebih dari 500ribu ya, ntar kaya ane, minjem kakak, gara-gara ngga bawa cash, kartu ane debit ngga bisa, ckckckck. Alhamdulillah ada yang minjemin, kalo ngga, hemm, harus cari ATM dulu deehh..
Na’am, semoga ikhtiar ane ini bisa membuahkan hasil. InsyaAllah, Allah Maha Tahu waktu yang terbaik buat ane dan zauji untuk mempunyai keturunan.
Masih dalam rangka cuti, setelah tgl 14-15 Juli 2011 kemarin ke Purwokerto, sekarang giliran ane menyapa Semarang. Panturaaa, apa khabaarr?.. *wes koyo penyanyi dandut bae kiyeehh. Disini ane sudah menyiapkan list kuliner ala Semarangan : tahu petis, mendoan (yaa,ngga dapet mendoan purwokerto, dapet mendoan semarang juga boleh lah, sing penting judulnya mendoan, which is tempe goreng diglepungin), kembang tahu, tahu gimbal dan mangut.
Yak, check pertama mengut, langsung siangnya setelah ane sampai Semarang, dimasakin sama Mbak Pon, tukang sayur merangkap masak di rumah. Mangut ini jaraaaaaannnggg buanget ane temuin di Jakarta, makanya biasanya begitu ane sampai di Semarang, Mom pasti nanyain mau dimasakin apa yang ngga ada di Jakarta, langsung ane sebutkan maskaan-masakannya, lha wong ditanyain. Mangut ini ikan panggang yang dibumbu santen dipedesin. Malamnya, Abah membelikan mendoan, tahu petis dan tahu gimbal. Sebenarnya ane pinginnya tahu gimbal Pak Edy yang di taman KB, tapi malam itu zauji kurang enak badan setelah seharian dipanggang di daerah Salatiga karena ada employee gathering. Alhamdulillah, Abah ane benar-benar top markotop, langsung beliin tahu gimbal, dibungkus, di daerah dekat rumah ternyata ada yang lumayan enak, sekalian sama tahu petis dan maendoan, karena memang letaknya berdekatan, matur nuwun ya Behh. Yang belum kelakon tinggal kembang tahu, sebenarnya itu wedang yang sangat simple, wedang jahe isinya seperti tahu sutera lembut yang terbuat dari kedelai. Soalnya ini wedang juga hanya ada di tempat-tempat tertentu. Sekali lagi, Abah ane malah yang beliin, pulang dari acara kantor, tahu-tahu datang bawa 3 bungkus kembang tahu. Huwenakee. My father the best lah pokoke.
Alhamdulillah sudah kesampaian semua checklist kuliner ane, malah dapet tambahan Iga bakar di Sapi Bali daerah di Sultan Agung, semalem makan malam bareng keluarga zauji. Mantap tenan iganya, paling enak sih yang di bumbu kecap, pedesnya sedang, manis juga, dan iganya gedeee. Kalau yang bumbu Bali kepedesan banget, yang bumbu madu agak kurang meresap masakannya.
Selain kuliner, sebenarnya ane juga ingin berenang. Sudah lama ane ngga olahraga, dan jenis olahraga yang pertama kali terpikir sama ane ya renang. Selain itu juga karena saran dari dokter yang menyarankan ane berolahraga seminggu minimal 3 kali untuk kesuburan. Nanti untuk pembahasan tentang ane konsultasi ke dokter kandungan in the next blog ya. Tapi memang susah juga menemukan kolam renang yang sepi atau yang khusus akhwat di Semarang. Udah ane niatin sampe bawa baju renang, ya mbok-mbok kesampaian, sedia payung sebelum nyebur. Daaannn, tanpa disangka, ternyata malemnya zauji dapat jatah penginapan. Jadi sebenarnya zauji dapat jatah penginapan dari kantornya untuk acara pelatihan selama 2 hari, tapi karena di kota sendiri yasutra nginep di rumah aja, karena jatahnya sekamar juga berdua sama temannya. Dan temannya itu sudah cek in duluan bawa keluarganya. Eeehh, ngga taunya zauji bilang temannya sehari, seharinya lagi buat kita, karena ternyata temannya itu juga domisili Semarang, dan ada rumah, jadi deh nginep di Novotel sama zauji. Akhirnya benar-benar kesampaian juga ane berenang tadi pagi-pagi buta, pas kolam renang penginapan lagi sepi, ane berenang ditemenin zauji, walau zauji nya ngga nyemplung, Cuma foto-foto pemandangan dowaang. Benar-benar ane kurang olahraga, masa baru beberapa lap nafasnya uda ngos-ngos an, payah ni, harus digalakkan lagi acara olahraga, ngga Cuma jalan dari rumah ke tempat nyegat angkot. Duluuu, waktu masih ngekos sih ane masih agak rajin olahraga, paling ngga bangun tidur sit up, push up, dan peregangan. Tapi sekarang ngga tau kenapa jadi agak males-malesan. Semangat lagi deh buat olahraga, untuk kesehatan, meminimalisir rasa malas, dll. InsyaAllah banyak manfaat olahraga.
Benar-benar banyak bersyukur deh perjalanan kali ini, dimudahkan semuanya, keturutan juga makanan di Semarang. Matur nuwun sanget Ya Rabb, Engkau selalu memberikan kasih sayang pada kami, walau kami kadang masih banyaaaaaakkkkkk sangaat kekurangan dan banyaaakkk khilafnya.
Akhirnyaa, Alhamdulillah kebeli juga kita punya mobil sendiri sekitar akhir April atau awal Mei 2011 kemarin, which is mercy Auuuumm.. Mercedes Benz W123 a.k.a mercy tiger tahun 1981 (*tuaan mobilnya daripada yang empunya ^^) Setelah hunting sana sini sekian lama, kita beli di bengkel Yono Mercy daerah Limo Depok, hasil referensi Om. Sebelumnya Tiggy sudah dilihat zauji, tapi karena ane belum lihat, zauji jadi belum sreg walau sebenarnya dia suka, dan masih hunting tempat lain. Sekarang ni ane bilang cukup susah cari mercy tiger yang oke dengan harga kurang dari 30 juta (karena kita adanya budget segitu, hhe). Mungkin pasangan-pasangan muda baru yang lagi ingin punya kendaraan, atau anak-anak muda yang udah punya penghasilan cukup dan mau punya kendaraan sendiri, sekarang banyak juga yang ngelirik tiger atau DX tahun 1980 an. Lanjut, Sore itu, kita langsung datang ke tempat pak Yono, habis lihat mercy Tiger warna hijau green on green di daerah Ciledug, tapi kita kurang suka karena kelihatan buluk, uda kita coba muter-muter juga, tapi apalah daya belum nemu juga. Begitu ane lihat si maroon, lihat luarnya sih biasa aja, tapi begitu lihat dalamnya, langsung suka, I love it, Like it, and wanna have it. Interiornya yang bikin naksir duluan, palomino, dan bangku-bangkunya masih ngga ada yang retak. Paling beres-beres sedikit lah (sepertinya). Kita dapet mobil itu dengan harga totalnya Rp 22.500.000,- (yang 500 buat biaya bengkel, dan biaya segitu sudah ready gogo lah.
Setelah dibenahin sedikit demi sedikit di bengkel Yono Mercy, trial on the road luar kota waktu itu langsung dibawa ke Tegal, trus lanjut ke Semarang. Wuiihh, mangstab, Alhamdulillah zauji ngga ada kendala, ngga pake mogok. Paling waktu itu AC nya agak rewel dikit, tapi terus di Tegal ditambahin freon nya langsung dingin lagi. Emang pake si Tiggy Maroon satu ini ngga goyang-goyang di jalan, napak banget di aspal, mau tanah kerikil juga hayuk. Kata Pak Yono sih mesinnya juga memang masih bagus banget. Menurut zauji, ngga tau baca dimana dia, pembuatan mobil-mobil mercy didesain untuk umur kurang lebih 50 tahun (tergantung perawatan juga sih). Banyak yang bilang sparepartnya mahal, tapi Om saya yang akan pertama kali say NO. Beliau bilang ngga mahal, karena worth it. Mungkin memang sparepart mobil Jepang atau China lebih murah dari mercy, tapi jangka waktu pemakaiannya itu, kalau untuk sparepart mobil Jepang misalnya seharga Rp 100 ribu, tapi jangka waktunya hanya 1 tahun harus ganti, sedang mercy misalnya memang harga beli awalnya Rp 600 ribu, tapi jangka waktu bisa sampai 7 tahun an. Ini menurut orang-orang ya, ane sendiri sih masih awam untuk masalah beginian, hanya dapet dari sharing yang udah pada pakai, jadi afwan kalau masih ada kekurangan, secara ane juga akhwat yang masih belajar perbengkelan juga, biar nyambung kalau diajak ngobrol suami ^^
Setelah dipakai touring Jakarta-Tegal-Semarang-Tegal-Jakarta, akhirnya ane dan zauji memutuskan untuk membenahi si tiggy maroon, karena memang pas ada rejeki juga. Akhirnya kita putuskan untuk ngecat sekalian di bengkel Pak Kosim (tempatnya ya di tempat Om ane juga di daerah Jatirangga, Cibubur (atau bekasi gitu lah). Bingung juga mau ngecat warna apa. Opsi awalnya : Classic white, Hitam, Maroon lagi. Tapi kita juga mikir-mikir lagi, soalnya di STNK warna aslinya kuning. Kita searching juga deh warna-warna asli mercy tiger disini. Setelah itu kitas putuskan aja pake kuning deh, ngejreng sekalian dan ngepasin warna STNK aja. Tapi ternyata kan kuning ada banyak, sempat terpikir kita pake two tones, Classic white-Yellow/Light ivory, gara-gara kita lihat contohnya di jalan ada VW pake two tone warna itu dan kelihatan bagus dan classic, dan gara-gara pas main ke tempat Om di Cibubur itu, dateng mercy baru mainannya, Mercy Mini two tones warna putih-merah bata/coklat ke orange an. Tapi menurut Om, lebih baik satu warna aja kalau untuk tiger, nanti ngga original, karena menurutnya dari pabrikannya ngga ada yg ngeluarin two tones. Baiklah, our final decision is Mimosengelb atau kuning mimosa. Kalau lihat di kode warna itu sih kaya hijau buluk ya, tapi ternyata setelah diaplikasikan ke mobil, jadi kuning. kalau kena sinar matahari terik dia jadi ada semburat hijaunya. Baguuuss. Jadilah si Maroon berubaahh jadi si Koneng. Untuk biaya cat, poles, dempul, ngelas, dsb, kita habis 7 juta (itupun bisa dicicil, hehe, makasih ya Pak Kosim dan crew, walau pake esmoshi jiwa karena jadwal jadinya mundur-mundur mulu :p)
Alhamdulillah, setelah ada mobil kita tidak merepotkan orang-orang lagi dan ngga pusing cari kendaraan kalau mau jalan. Alhamdulillah juga kita jadi lebih sering silaturahmi ke saudara-saudara dan ke mall (lhoohh!!) ngga, maksudnya ke mall juga janjian silaturahmi dengan teman-teman lain ^^. Semoga Allah meridhoi perjalanan-perjalanan ane dan zauji bersama si Tiggy Koneeenng..
Ini ane sertakan si koneng waktu di make over, dan mercy tiger nya Om yang paling yahud diantara lainnya (favorite nya Om juga), cekidot :
Lumayan lama juga ngga nge blog. Sampai rumah bawaannya males buka computer karena seharian di kantor sudah berkutat dengan computer, kalau sampai rumah masih juga buka computer kok ya rasanya sayang sama mata, lelah, bawaannya mo merem aja.
Well, ane sekarang lagi di Purwokerto, take a rest, ambil cuti 4 hari plus dapet hari sabtu minggu jadi libur 6 hari, yippiieee.. ane manfaatkan waktu untuk istirahat, ngeblog, browsing, kuliner, dll. Tapi sayang ternyata walau di Purwokerto, zauji banyak kerjaan jadi lembur terus.
Kalau di Purwokerto, kuliner baru ke beberapa tempat ini, yang masakannya enak-enak (menurut ane yaa) :
- Soto Pak Min.
Ini nih yang ane langsung sukaa begitu diajak zauji makan di Soto Pak Min ini. Begitu masuk, disuruh milih isinya: ceker (kaki ayam), daging, paha, dada, kulit (klo ngga salah). Ane milih ceker sama daging. Sooo hooottt.. panas banget kuahnya, dan bisa nambah (kuahnya J). Seger, kuahnya bening gitu. Yummmyyy beud.
- Sroto Pak Loso di Jalan Bank.
Kalau makan sroto ini, makan 1 kurang, makan 2 kewaregen (kekenyangan). Jadilah ane makannya 1 ½ porsi. Oia, bisa pesen keringan, itu tambahan aja, kulit dan usu yang digoreng kering, makyos lah pokoknya. Ane lihat ada foto-foto beberapa artis juga yang makan disitu. Pak Loso, ngga mau foto sama saya buat bukti??.. sapa eikee, PD..
- Bubur ayam Satria
Kata OB kantornya zauji, bubur ayam disini yang paling enak disitu. Kalau menurut ane sih ya STD lah bubur ayamnya. Ini juga porsi 1 kurang 2 kekenyangan. Apa makanan disini emang dibikin gitu ya, biar pada nambah. Atau mengikut saran almarhum pakdhe ane. Pesen pertama setengah, nambahnya 1, helleeehh..
- Iga Bakar
Iga bakar ini letaknya satu deret sama bebek goreng H.Slamet, jadi itu sederetan sejalan-jalan tempat kuliner disini. Ada juga Pecel Lele Lela, Soto Lamongan, dkk deh, tinggal milih. Kalau Iga bakarnya bumbu nya enyaak, hanya akan lebih mangstab kalau dagingnya lebih empuk lagi. Kalau pesen ini, yang porsi super, biar tambah maknyosnya.
- Mendoan Sawangan
Nah kalau mendoan ini, ane udah suka dari waktu dulu abah dines di Purwokerto, dan kita makan rame-rame ini mendoan, beli banyak banget, sampek mblenger. Tapi perjalanan kali ni lupa terus mau beli Mendoan nya. Padahal udah pesen ke zauji, tapi begitu keluar kelupaan mulu.
- Bebek Goreng H. Slamet Kartosuro(dimana-mana juga ada cabangnya).
Di kota mana aja, asal ada bebek slamet, uda langsung suka.
Sayang sekali, semua makanan itu langsung diembat, ngga sempet ambil fotonya dulu, biar pada tambah ngiler.
Jadi, kalau pada maen ke Purwokerto, bisa deh tu mampir ke tempat-tempat tersebut sekedar mengisi perut lapar.
Kalau untuk penginapan, ada 2 tempat yang ane recommend : Hotel Dynasti dan Hotel Wisata Niaga. Untuk range harga hotel tersebut murah kok, ada yang sekitar 2oo ribuan lebih, Cuma tepatnya ane lupa. Sepertinya Dynasti lebih mahal, dan disana ada kolam renangnya. Keduanya hotel local, tapi ngga kalah saing lah. Yang Wisata Niaga juga lagi tahap renovasi, dan sudah ada kamar-kamar baru yang sudah bisa dipakai, kemarin Alhamdulillah ane dan zauji dapat kamar yang baru, yang superior deluxe harganya Rp 275.000,- per malam. Tapi disini tidak ada fasilitas breakfast, kalau mau makan tambah 15.000 per orang, bisa bayar di tempat atau dibebankan ke kamar. Kemungkinan tahun 2012 akan ada Aston Hotel and Conference Center yang bakalan jadi nambah rame penginepan disana.
Perjalanan pulang dari Purwokerto ke Semarang, ane dan zauji naik travel Trans Jaya. Ini travelnya besar mirip mini bus, jadi ngga terlalu capek dan terlihat lego. Perjalanan Purwokerto- Semarang jarak tempuhnya kurang lebih 5-6 jam (udah termasuk nganterin orang-orangnya), kita lewat rute Temanggung, Bandungan, dan yang agak deg-deg an pas di Kledung daerah Bandungan juga sepertinya, kabutnyaa tebeelll abis, sampai ane agak ketar ketir, soalnya pas sampai situ sekitar jam 10 an. Untuk biayanya, per orangnya dipatok harga Rp 65.000,- dan akan ada tambahan kalau dianternya ke tempat agak jauh, paling nambah sekitar Rp 15.000,-. Ini ada info alamat dan nomor telpon :
Semarang : Jl. Imam Bonjol No.116 Telp. 024-3581122
Purwokerto : Jl. Overste Isdiman No. 29, Telp. 0281-641500
Yogyakarta : Carrefour Maguwo Jl. Solo Km. 8 No. 234, Sleman. Telp. 0274-8298000
Well, begitulah perjalanan ane ke Purwokerto selama 2 hari 1 malam kemarin. Untuk rehat sejenak dari kerjaan dan macetnya Jakarta ^^
Akhir-akhir ini ane mikir mau apa ya ane selama hidup ini. Apa iya mau seperti ini aja. Beberapa minggu yang lalu ane dikarantina dalam rangka lolos seleksi calon service ambassador alias duta layanan tempat ane kerja. Sebenarnya waktu seleksi uda ngga niat banget, karena ini uda yang kedua kali. Pengennya sih teman ane satu bagian yang lain yang ikut aja, kan biar beda orang, dan semua bisa merasakan pengalaman yang sama. Tapi dengan alasan teman ane sudah punya baby, jadilah ane ditunjuk lagi buat perwakilan cabang. How unfair.
Tapi Alhamdulillah ada hikmah juga yang bisa ane ambil dari karantina selama 2 hari, karena ane mungkin termasuk tipe turis kalau lagi pelatihan, yang artinya : perbaikan gizi. Ya,ada juga ilmu sosial dan pengetahuan yang ane dapat dari pengalaman para coach yang dulunya merupakan orang-orang sukses di bidangnya. Hal seperti ini sebenarnya yang ane suka, karena memang pengalaman mahal harganya, orang mau bayar untuk mendengarkan cara sukses orang lain. Memang ada cara untuk sukses seperti orang-orang sukses lainnya. Namanya teknik ATM : Amati, Tiru, Modifikasi. Disitu ane memikirkan bagaimana mereka bisa berhasil di bidangnya. Sukses itu menurut mereka melakukan pekerjaan dengan senang hati. Success is not the key to happiness, but happiness is the key to sucess. Ngga ada orang sukses yang tidak menyukai pekerjaan mereka.
Para coach merupakan orang yang semuanya pintar ngomong, public speakingnya keren. Otak dan bicara mereka bisa sinkron untuk jalan terus. Ane pengen juga sebenernya bisa sefasih itu. Kalau pas lagi ngga grogi memang bisa lancarr, tapi kalau uda ada panic attack, kayanya lidah tu gerak ngga dikontrol otak, mo ngomong panjang lebar jadi cuma separuh yang tersampaikan.
Bagaimanapun juga hidup itu berjalan dari keputusan-keputusan yang kita ambil. We have freedom to choose and to be responsible with our choice. Memang takdir juga sudah dituliskan. Tinggal bagaimana kita ikhtiar dan berdoa.
Segitu dulu aja lah curhatan kali ini ^^














Recent Comments